
Blitar — Kelompok 58 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 melalui Program SIKUAT (Sistem Keuangan UMKM Terintegrasi) mendorong peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM dan kelompok peternakan di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Program SIKUAT hadir sebagai upaya membantu masyarakat mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, mulai dari pencatatan transaksi harian, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Even Point (BEP).
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, masih ditemukan pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin dan masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pelaku UMKM dalam mengetahui keuntungan serta menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi yang sebenarnya.

Sebagai pendukung program, Kelompok 58 menyusun Buku Panduan Keuangan UMKM dengan bahasa sederhana, contoh perhitungan, dan lembar kerja yang dapat langsung digunakan. Panduan tersebut mencakup pembukuan sederhana, perhitungan HPP, serta BEP sehingga pelaku usaha dapat mengetahui modal produk, menentukan harga jual, dan memperkirakan jumlah penjualan yang diperlukan untuk mencapai titik balik modal.

Melalui SIKUAT, Kelompok 58 berharap kebiasaan mencatat dan mengevaluasi keuangan dapat terus diterapkan oleh pelaku UMKM Desa Semen setelah program MMD selesai. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, pelaku usaha diharapkan mampu mengambil keputusan usaha secara lebih terukur dan mendukung keberlanjutan usaha mereka.
