Ogoh-ogoh adalah karya seni patung yang diarak dalam sebuah pawai menuju perayaan Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh menggambarkan sebuah tokoh Hindu yang bernama Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu, bhuta kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (kala) yang tidak terukur dan terbantahkan. Bhuta kala identik dengan kekuatan negatif yang memiliki sifat mengganggu kehidupan manusia.

Ogoh-ogoh ini menyerupai patung raksasa, dibawa oleh sekelompok masyarakat mengelilingi desa pada saat menjelang malam sebelum Hari Raya Nyepi. Di Desa Semen sendiri umah Hindu disana melaksanakan kegiatan Ogoh-ogoh selain untuk keperluan Hari Raya Nyepi, juga sebagai ajang kreatifias antar pemuda disana.

Dengan kuatnya tolerenasi di Desa Semen, acara Ogoh-ogoh ini selalu didukung penuh oleh semua elemen masyarakat. Sehingga acara yang digelar setahun sekali ini akan selalu ramai dan menjadi kegiatan penting. Dengan tidak mengurangi nilai-nilai pada acara tersebut, semua antusias dan saling gotong royong.