Blitar — Kelompok 58 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 melalui Program CREAMY (Creative Economy & Added-Value of Milk) mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Program CREAMY hadir sebagai upaya membantu masyarakat mengolah potensi susu sapi segar menjadi produk bernilai jual lebih tinggi berupa dangke, sekaligus memberikan solusi praktis untuk memperpanjang masa simpan produk hasil peternakan.
Berdasarkan hasil observasi, sektor peternakan sapi perah menjadi salah satu tulang punggung ekonomi warga Desa Semen. Namun, pemanfaatan hasil ternak tersebut masih didominasi oleh penjualan dalam bentuk susu cair segar tanpa adanya inovasi produk turunan. Situasi ini, ditambah dengan sifat susu yang mudah basi dan kurangnya literasi pengolahan susu, menyebabkan UMKM belum mampu memaksimalkan potensi pendapatan dari komoditas lokal yang berlimpah tersebut.


Sebagai langkah nyata untuk mengatasi hal tersebut, pada tanggal 26 Juli 2026 Kelompok 58 menyelenggarakan kegiatan edukasi dan demonstrasi langsung pembuatan dangke yang melibatkan ibu-ibu pelaku UMKM setempat. Sebagai pendukung program dan pegangan harian warga, Kelompok 58 juga menyusun dan membagikan leaflet Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan dangke. Panduan visual tersebut dirancang dengan bahasa yang sederhana, mencakup rincian alat dan bahan, teknik pemanasan (pasteurisasi), proses koagulasi menggunakan bahan alami, hingga teknik pencetakan (pressing) yang terstandarisasi.


Melalui CREAMY, Kelompok 58 berharap keterampilan teknis ini dapat terus diterapkan secara mandiri oleh pelaku UMKM Desa Semen meskipun program MMD telah usai. Dengan lahirnya inovasi produk turunan susu yang higienis dan terstandar, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan rumah tangga, serta menggerakkan roda ekonomi kreatif desa yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).